Sebab Panggilan Tuhan Untuk Melayani Yang Terbuang

180526145716
Photo ilustrasi imago

 

Andy Prawira merupakan pelayan Tuhan yang melayani mereka yang terkesan terbuang. Bagi Andy, para pecandu sulit diajarkan firman, karenanya ia tidak pernah mengajarkan firman Tuhan kepada mereka. Tetapi Andy membiarkan mereka untuk mendapatkan firman dengan sendirinya, sebab ketika mendapatkan firman, kehidupannya pun akan berubah.

Disekitar kita terdapat banyak sekali isu yang terjadi. Dari setiap isu yang terjadi, apakah kita sudah ikut terjun untuk mengatasi setiap isu-isu seperti social justice, inter faith atau ideologi? Bagaimana cara kita untuk masuk dalam tengah-tengah mereka sebagaimana Yesus katakan kepada kita untuk ‘pergi, dan beritakan kabar baik sampai ke ujung dunia?

DNA orang percaya adalah pergi untuk melayani. Andy Prawira terpanggil untuk melayani di Bali. Dirinya melayani mereka yang bertato, HIV, pecandu dan lainnya. Jika ada banyak orang yang berbondong-bondong untuk mengadakan sebuah KKR, tidak bagi Andy. Kegerakan dalam pelayanannya tidak dalam dengan banyak orang, melainkan hanya kelompok-kelompok kecil yang nantinya akan membangun kelompok-kelompok kecil lagi.

Tak mudah untuk merubah sikap dan perilaku seseorang jika mengandalkan kekuatan pribadi akan sia-sia usaha tersebut. Sebaliknya yang mestinya kita lakukan adalah mengutamakan Tuhan yang adalah sumber dari setiap jawaban baik itu dalam, kelemahan, keresahan, kecemasan.

Salah satu program pelayanannya adalah program bernama peacemaker, dimana ia percaya kalau anak-anak Tuhan membawa kekuatan dari dalam yang Tuhan percayakan bahwa kita merupakan anak pembawa Shalom.

Sudah ada dalam DNA kita untuk menyejahterakan kota dan berdoa bagi kota tersebut. Ada tiga yang melingkup inti dari DNA kita, yaitu pertama Multiplication, kedua Discipleship, ketiga Relationship, dan terakhir see what the issues: drugs, HIV/AIDS, LGBT, radicalism, intolerance.

Namun dalam (2 timotius 2:2). Panggilan kita adalah menghasilkan murid yang nantinya bisa menghasilkan kembali murid. Orang banyak bertobat karena menemukan firman, bukan diajarkan iman.

Ada banyak tantangan yang sulit yang dialami saat kita mendekati pelayanan generasi. Untuk menjalani pelayanan dan kegerakan misi dari dalam gereja. Untuk menjadikan kegerakan tersebut mengalami kegerakan, kita perlu special force.

“Jadi, biarkan saja mereka, para misionaris yang membawa kegerakan special force untuk pergi dan memberitakan kabar baik. Baik itu di kolong jembatan, orang-orang terbuang, dimana pun itu, berikan mereka kebebasan dalam memenuhi panggilan pelayanannya,” tutup Andy.

 

Sumber : https://www.jawaban.com/read/article/id/2018/05/26/91/180526171003/imago_2018_%E2%80%93_exponential_dalam_satu_orang_satu_kotakobarkan_semangat_pelayananmu

 

Iklan

Giat Promosikan Suku “Terbelakang”

Gallus 2005
Pastor David Gallus OSC. Sumber : http://www.crosier.org

David Gallus OSC.

Sesudah hampir seperempat abad berkaya di Asmat, ia kembali ke Amerika Serikat. Dari negerinya, ia tetap giat mempromosikan suku Asmat dengan berbagai cara. Kini ia berkarya di kalangan suku indian di kawasan Minnesota, AS.

Nama david gallus Osc, sangat punya arti dalam kehidupan kru TV Amerika CBS (Columbia Broadcasting System) bernama collin Needles. Berkat jasa pastro gullus tersebut, Needles beserta rekan sekerjanya, gary feblowits, berhasil membuat sebuah film dokumenter berdurasi 30 menit berjudul A World Away.

Tak hanya itu, Needles amat terkesan dengan perjalanannya yang berlangsung tahun 1993 itu. Ia merasa di terbangkan ke suatu dunia lain yang sangat eksotik dan seakan tak berada pada masa sekarang ini. oleh karena itu, judul dari dokumenternya adalah A World Away , yang berlokasi di suatu tempat yang bernama Asmat, Provinsi Papua.

Itu bukan kali pertama pastor gullus membawa rombongan-rombongan dari negerinya, Amerika serikat, ke Asmat. Tiap rombongan rata-rata tinggal selama dua pekan di Asmat. Dan yang berhasil di ajaknya bukanlah orang-orang sembarangan. Ia pernah mengajak Cargil Macmillan, pemilik perusahaan agrobisnis terbesar di AS, Cargil Company, dan juga miliuner asal Minneapolis, Topsy Simonson.

Bagi pastor gullus, itu merupakan usaha untuk memperkenalkan kehidupan serta seni patung Asmat kepada dunia luar. Selain itu, ia berharap rekan-rekan dapat memberikan donasi secukupnya bagi kepentingan suku Asmat.

Tak hanya sebatas berkunjung dan tekesima oleh pesona dunia baru, mereka bahkan tergabung dalam sebuah perkumpulan yang di beri nama Sago Worms Society (Masyarakat Ulat Sagu). Kegiatan mereka khususnya mempromosikan keseniaan Asmat khususnya di sepuran Minnesota. Salah satu event yang mereka gelar adalah Malam Gala dan Lelang Seni Asmat pada 20 juni 2008 lalu.

 

Komputer dan Pesawat Terbang

Kecintaan gallus pada Asmat berawal saat ia ditugaskan sebagai imam di daerah Asmat. Peristiwa ini berlangsung pada tahun 1967, saat ia masih berusia 28 tahun. Ia sendiri lahir di Minnesota, AS, pada tanggal 19 Februari 1939, dari pasangan petani George dan julia gallus. Ia berasal dari keluarga besar, karena merupakan anak keemapat dari 12 bersaudara.

Yang istimewa, penugasan ke Asmat itu dilakukan atas permintaan sendiri. Selama 24 tahun berikutnya, gallus menghabiskan hari-harinya di daerah yang tersembunyi di antara rimba raya Papua itu. Salah satu hal penting yang dihasilkannya selama berada di sana adalah membenahi administrasi keuskupan Agast/Asmat dengan sistem komputerisasi.

Ini terjadi pada tahum 1982. Jauh sebelum masyarakat indonesia mengenal komputer. “Waktu itu komputer belum terlalu umum dan tidak ada suku cadang di Asmat. Saya mengerjakan sendiri dengan bantuan buku-buku,” kenangnya.

Ketika itu daerah Asmat masih cukup terisolasi, karena hanya dapat di capai dari laut, sungai, dan udara. Tak ada jalan darat ke wilayah-wilayah sekelilinya. Peran vital oleh karena itu dilakukan maskapai penerbangan AMA (Associated Mission Aviation), karena menjadi satu-satunya layanan penerbangan dari dan ke Asmat (maskapai nasional indonesia, merpati, baru membuka rute ke Asmat pada tahun 1980-an).

AMA dibentuk memang untuk mendukung kegiatan Gereja di bidang tranportasi. Di Papua, AMA dimiliki oleh empat keuskupan, yaitu Agast/Asmat, Jayapura, Monokwari, Sorong, dan Merauke. Pada tahun 1970, gallus ditunjuk sebagai sekertaris AMA, dengan tugas sebagai Pastor poroki di Ewer, sekaligus penanggung jawab bandara Ewer/Agast.

Ia masih dipercaya sebagai perwakilan AMA sepulangnya ke AS pada tahun 1990. Pembelian Spare-part dan bahkan pesawat baru dilakukan melalui tangannya. Stastusnya sebagai warga AS dan berdomisili pula di tanah kelahiran sendiri amat memudahkan transaksi pembelian. Adapun pesawat terakhir yang dibelinya mewakili AMA adalah sebuah pesawat Cessna 185.

 

Perhatian Terhadap Suku “Terbelakang”

Terlepas dari tugas-tugasnya di bidang keagamaan dan penerbangan, ia memang memiliki perhatian yang tinggi pada suku Asmat. Yang ia paling kagumi dari keseniaan Asmat adalah spiritualitas yang terkandung di dalamnya. Dan ini amat menarik baginya, yang pernah enempuh studi antropologi di Universitas Katolik Washington DC tahun 1966/67.

Ia sangat terusik oleh pemandagan dunia luar yang kerap menganggap Asmat sebagai suku terbelakang dan oleh karena itu perlu dimanusiakan. Lebih parah lagi, aparat pemerintah dan tentara Indonesia tak membuat semuanya jadi lebih baik. Ia kerap geram pada perlakuan sewenang-wenang aparat pemerintah dan militer pada warga Asmat.

“Tentara-pada umumnya pendatang pada waktu itu amat gampang memukul penduduk atau memaksa orang untuk menebangi pohon-pohon dengan bayaran atau malah tanpa bayaran sama sekali!” ujurnya. Barangkali karena melihat perlakuan yang tidak adil itulah, timbul niat kuat di hatinya untuk mengangakt derajat suku Asmat.

Penderitaan suku Asmat mencapai punjaknya ketika Pemda setempat menuduh rumah adat Asmat sebagai sumber kejahatan, termasuk penyebab tradisi perang dan pemenggalan kepala. Gara-gara tundingan ini, banyak rumah adat Asmat di bakar. Kebiasaan mengukir yang di lakukan warga Asmat pun dihentikan.

Insiden tragis ini berlangsung antara tahun 1963/64, sebelum gallus ditugaskan ke sana. Budaya dan keseniaan Asmat oun nyaris mengalami kepunahan, untung kondisi demikian tak berkelanjutan. Salah satunya berkat dukungan gallus, benda-benda seni dari Asmat kini kembali mengemuka dan bahkan dikenal di seluruh Dunia.

Kini pastor gallus bertugas di kalangan suku indian di Onamia, Minnesota. Pada pandangannya, nasib suku Asmat mirip dengan yang dialami para indian di Amerika. Mereka dianggap tak beradab sehingga harus dimanusiakan. Secara budaya, meraka harus turun temurun dan harus megadopsi agama dan budaya kulit putih.

Hal ini memang terjadi di banyak tempat. Suku atau kelompok yang dominan kerap memaksa kelompok lain agar sama dengan mereka menganggap bahwa hanya keyakinan dan budaya merekalah yang paling benar dan harus diikuti.

Ia memang aktif pula dalam penegakan hak asasi manusia. Di wilayahnya, Miller Lac, Minnesota, pastor gallus duduk sebagai ketua Humman Rights Commision.

Contoh Teladan Gereja

Manusia hanya bisa utuh dengan budaya. Jika budaya itu dicabut dan lantas diganti, maka manusia tak lengkap lagi sebagai manusia. Bagi seorang pastor gallus, budaya apa pun seperti Asmat atau indian pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Pertemuan dengan budaya-budaya lain akan memperkaya karena saling melengkapi. Oleh karena itu, tak ada budaya apa pun yang bisa dengan semena-mena dihapus dari permukaan bumi.

Menurut pendapatnya, komunitas Gereja harus memberi teladan bahwa berbagai suku dan budaya dapat hidup harmonis dan saling mendukung. Ia yakin, gambaran Nabi Yesaya bahwa singa, serigala, kambing, dan anak manusia dapat hidup dengan damai (Yesaya 11:6-9) dapat terjadi di kalangan antarasuku yang berbeda-beda bila ada rasa hormat dan keterbukaan satu sama lain.

 

Sumber : Buku “Di bakar semangat pelayanan” oleh Heri kartono OSC

 

Perjalanan tanpa tujuan

 

IMG_20170604_130811
Photo by @yagu.photo

Lagi penat, pas tanpa urgensi bingung mau kemana tidak ada salahnya kalau dengan berkendara hanya modal bensin dengan tangki yang penuh, bisa jadi alternatif untuk mengisi waktu luang. Yah, walau tidak jelas tanpa arah dan tujuan tapi tak ada salahnyakan bila dicoba. Asal jangan sering-sering kenakan kendaraan. Sayang nanti trorotor khusus pejalan menangis karena sunyi tak di manjakan.

Lagi kere, di tambah lagi tak punya kendaraan. Jangan banyak pikir coba saja dengan manjakan kedua kaki untuk berjalan, lumayankan kurangi berat badan yang numpuk, selain itu dapat sehat. Bukan.

Jarang sekali orang yang berjalan kaki, padahal banyak trotoar pejalan masih sangat mulus dan bagus, yang belum tersentuh sama sekali. Paling istirahat kerja atau sholat Jumat yang akan memadai jalan-jalan sunyi itu. Hong-kong adalah anak sulung dari  salah satu Negara pejalan kaki terbanyak di dunia, sedangkan Indonesia adalah anak bungsu. Hello apa kabar indonesia ? bertanya pada zaman modern dan teknologi, yang kian dibutakan oleh konservatif.

Oups. selain itu, sebagai contoh Ibu kota DKI Jakarta dan sekitarnya. Eh apa di pinggiran Jakarta saja ya yang tidak ada trotoarnya? Apakah saya bisa katakan budaya jalan kaki ini sama dengan budaya membaca? Yang mana mayoritas orang Indonesia tidak terbiasa dengan keduanya.

Jalan tanpa tujuan adalah hal yang menarik, bukan hanya dapat di kenal tapi juga akan banyak mengenal. Seperti setiap rutinitas para warga masyarakat dengan berbagai macam aktivitas yang di lakukan, mulai dari berdagang sampai berkeliaran mencari nafkah dan lain-lain. Kenapa demikian, karena dengan begitu akan di perhadapkan dengan banyak hal yang menarik dan tak terduga.

Kamu bebas kemana saja, cuma sekedar lewat-lewat tanpa mampir pun jadi, asalkan mengabadikan tiap moment melalui sebuah (foto), biar itu sebagai bukti dari semua rasa yang dirasakan ketika itu. Boleh gunakan Kamera DSLR atau Handphone dan simpan dalam sak ingatan dan memori card.

Pergi ke tempat-tempat baru yang sama sekali belum pernah kamu kunjungi sebelumnya, hanya untuk menjelajah. Jangan ragu, Hidupkan GPS bagi yang berkendara motor, eh buat yang pake mobil juga bisa menggunakan GPS dengan handphone pintar atau smartphone. Bagi yang mengunakan kaki santai tak perlu repot-repot, jalan saja sesuka mata dan kemampuan kaki, menanyakan orang adalah GPSnya.

“Saya selalu tahu bahwa pada akhirnya saya akan mengambil jalan ini, tapi kemarin saya tidak tahu bahwa itu akan menjadi hari ini.”-Jepang Haiku

IMG_3464-02
Photo by Bmw.yomiyo

Banyak dari tiap manusia memilih berencana sebelum berjalan, bahkan ada yang sudah merencanakan semua jauh-jauh hari. Ada pula orang yang suka berjalan tanpa berencana seperti jalan tanpa tujuan. Jangan salah, jalan tanpa tujuan ini sangat menyenangkan bila di nikmati, pergi tak tahu kemana arah yang pasti, asal dapat bahagiakan mata dan menyenangkan hati yang lagi risau pengaruh galau. Ousp, tapi itu bukan tipe saya.

Satu hal yang aku sadari, bahwa saat kita kembali, akan ada banyak pengorbanan yang terbuang, seperti sebuah langkah yang kita lewati. Namun, kadang kala, jalan kehidupan yang kita lalui, harus kita pilih sendiri dengan sebuah keyakinan diri. Karena sebuah kesempatan belum tentu hadir di tempat dan waktu yang sama.

Bukan sebuah pilihan yang tak pernah berpihak. Bukan sebuah kesempatan tak pernah hadir. Namun, sebuah keyakinan diri yang tak pernah berani tuk melangkah. Berjalan pada jarak yang jauh. Namun, tak pernah tahu waktu tuk pulang. Seperti sebuah langkah tersembunyi.

Aku tak pernah berpikir, jalan seperti apa yang telah aku tempuh. Aku berjalan pada sebuah jarak yang begitu jauh. Namun, aku tak pernah tahu, kemana arah dan tujuan itu. Aku berjalan, melewati setiap titik kehidupan. Aku tak pernah tahu, bahaya apa yang akan terjadi, akan seperti apa dan kemana arah tuk pulang, yang ku tahu saat itu, hanya satu, aku dapat menemukan arah itu.

Semakin aku berjalan dengan jarak yang jauh, tanpa aku sadari. Aku banyak melupakan berjuta tujuan yang telah aku rangkap. Awalnya, aku berpikir, sebuah jalan itu dapat menemukan sosok diriku. Namun, aku lupa, bahwa aku berjalan bukan untuk diriku sendiri.

“Ini adalah pilihan kita yang menunjukkan apa yang sebenarnya kita, lebih dari kemampuan kita.” -JK Rowling, Dari ini kita belajar bahwa pilihan jalan tanpa tujuan pun akan bermakna jika di bawa dengan kemampuan kita untuk berkarya.

Bahkan jalan tanpa tujuan juga di bayang-bayang kan kita dapat hasil Dari Melihat “Kita adalah apa yang kita bayangkan. Eksistensi kita terdiri dalam imajinasi kita tentang diri kita. Tragedi terbesar yang bisa menimpa kita adalah pergi tak terbayangkan. “-N. Scott Momaday

Dan pada akhirnya Anda akan tahu bahwa “Anda akan mengenali jalan Anda sendiri ketika Anda datang atasnya, karena Anda tiba-tiba akan memiliki semua energi dan imajinasi Anda butuhkan.” -Jerry Gillies

Hidup adalah perjalanan sementara. Sebelum sampai di titik akhir yang adalah misi setiap manusia untuk bisa menikmati tiap jengkal perjalanannya. Untuk bisa menjalani hidup dengan sebaik-baiknya, kita harus menentukan arah hidup dan menemukan maknanya. Nah, dengan itu jalan dan nikmatilah hidup serta bawa rasa syukur dalam kecapean sehingga perjalanan anda dapat berjalan dengan baik, di mana dan kapan pun itu.

Kurang dari saya, lebih dari Tuhan.

Jangan biarkan Aku pergi

 

IMG_20171231_175903-01.jpeg
Mulai sampai selesai Photo by @Yagu.photo

Ada begitu banyak yang Yesus sudah buat dalam hidup kita, dia korban hidup-Nya. Dia berikan berkat dan kasih-Nya, tapi begitu mudahnya kita keluar dari cinta-Nya. Tertarik pada apa yang dunia sodorkan.

Ampuni semua kesombongan ku, ampuni semua kedaginganku dan bawa aku mendekat di hadapan taktah-Mu, ampuni aku yang tak peduli akan kerinduaan di hati-Mu Tuhanku bawa aku kembali. tarikku lebih dekat lagi.

Jangan biarkan aku pergi, jangan biarkan aku berlari menjauh dari taktah kasih karunia yang Kau beri, tanamlah aku di hadirat-Mu, meteraikanku dalam hati-Mu di hadirat-Mu di hadapan-Mu di pelukan-Mu itulah hidupku.

Basuh keletihanku

Sentuh kebekuaanku

Pulihkan tubuh, jiwa, juga rohku

Habiskan kedagingganku

Mimpi-Mu, jadi mimpiku di hadapan taktah-Mu ku berseru.

 

 

Makin hari saya makin sadar, begitu mudahnya kita menjauh dari kaki Tuhan bahkan begitu mudahnya aku mengecewakan Tuhan karena itu lagu ini adalah jeritan hati kami, jeritan hati orang orang seperti kami.

Kami butuh kesetiaan

Kami butuh jaminan Tuhan

Kami butuh di paksa

Kami butuh di meteraikan

Kami butuh di tanamkan

karena kami tahu, tanpa Tuhan kami lepas dari Kasih Karunia

Panggilan-Nya yang paling luar biasa, kasih-Nya yang memuaskan, di hadirat-Nya membuat hidup kami berarti, di pelukan-Nya membuat kami sembuh, jangan lepaskan kami Tuhan. Jangan lepaskan. Tanam kami, buat kami selalu di pelukan-Mu.

Kami tahu kami tidak bisa menjamin dan menjaga hidup kami sendiri.

Jangan lepaskan kami.

Pagi beri ucap syukur

Pagi pagi benar sekitar 04:48 tanpa sarapan aku pergi ke sebuah tempat yang kebanyakan orang memilih untuk memulai aktivitas yaitu Lawson station, Yah di sana telah tersedia minuman dan snack atau makan ringan yang dapat di makan sebelum beraktivitas. Selain itu dapat terhubung dengan Wifi.id agar lebih mudah berkomunikasi, bagus bagi mereka yang lagi kere atau dompet lagi kosong untuk mengisi kekosongan di sana tapi sayangnya mesti ada pulsa dulu, 5000 saja sudah cukup kok, agar dapat terhubung selama 6 jam dan terhanyut dalam dunia maya atau online, oh iya sebelum itu sarapan di tempat tinggal Anda dengan sebuah gelas air hangat jauh lebih baik biar hemat.

 

image
Lawson Station
image
Air mineral Ades & kopi

Sesampai di sana aku memesan kopi dan beberapa makan ringan yakni sari gandum agar tubuh terjaga dan stabil, dan air mineral Ades. Parkiran yang masih belum ramai, hanya beberapa orang dengan kondisi diri masih kantuk mereka hendak masuk dan keluar dalam Lawson itu mungkin lupa untuk cuci muka atau mandi.

Keseringan memulai aktivitas dengan tergesa-gesa mungkin sudah jadi tradisi para pekerja di sini. Tidak heran banyak pekerja yang masih terlantar belum di terima, selain itu di sini juga sulit untuk mencari pekerja.

Sebuah pekerjaan yang di lakoni itu adalah pemberian Oleh Dia, jangan jadikan itu sebagai hal yang berharga sehingga lupa untuk mengucapkan syukur kepada-Nya.

Selamat beraktivitas. Salam

 

 

Mengerti Isi Hati Tuhan dari Film The Shack

Mengerti Isi Hati Tuhan dari Film The Shack
The Shack 2017

Dari sekian film kristen yang saya tonton mungkin Film The Shack memiliki dampak yang bagus buat saya, karena dari film tersebut membuat saya sangat terberkati. The Shack sendiri menggambarkan sebuah keluarga yang bahagia, selalu mengandalkan Tuhan dan Seorang ayah yang mencintai anak-anaknya, tetapi tidak semuanya berjalan dengan bahagia.

Ringkasan

Mack (Sam Worthington) adalah ayah yang bermasalah dengan masa lalu. Saat dalam perjalanan berkemah keluarga, anak perempuan Mack diculik saat dia menyelamatkan anaknya yang tenggelam di sungai. Polisi menyimpulkan bahwa putrinya dibunuh oleh seorang pembunuh berantai di gubuk, tapi polisi tidak menemukan tubuhnya.


Waktu berlalu, Mack menemukan sebuah catatan di kotak suratnya yang memintanya untuk kembali ke gubuk tempat anak perempuannya terbunuh. Suratnya ditandatangani oleh “Papa”, yang merupakan nama panggilan uniknya ketika menyebut Tuhan.

Mack yang curiga tidak memberi tahu siapa pun tentang catatan tersebut kecuali teman dan tetangganya, Willie (Tim McGraw), dan pergi ke gubuk sementara keluarganya pergi berlibur. Awalnya dia tidak menemukan siapa-siapa di sana, tapi seorang pria yang lewat mengajaknya berjalan.

Ternyata pria itu adalah Yesus dan Dia membawa Mack ke sebuah pondok gunung yang indah dan bertemu dengan ” Trinitas :” “Papa,” digambarkan sebagai wanita ibu (Octavia Spencer), Roh Kudus, digambarkan sebagai wanita misterius misterius bernama Sarayu dan Tuhan Yesus sendiri.

Sewaktu Mack tinggal disana, mereka menuntunnya dalam perjalanan iman dan pengampunan untuk melepaskan kepahitan yang sudah dialaminya.

Review Film The Shack

Keluarga tersebut mengalami kejadian yang cukup pahit dan membuat ayahnya untuk menjauh dari Tuhan karena anak kecilnya meninggal karena pembunuhan. Ayahnya mengalami sebuah frustasi karena Tuhan tidak menjawab doanya, hingga suatu ketika ia dipertemukan dengan Allah, Anak dan Roh Kudus kemudian sang Ayah sungguh marah besar kepada Allah karena menganggap Tuhan mengabaikan anaknya yang paling disayanginya meninggal.

Kemudian dari sisi lainnya sang Ayah diajarkan untuk mengenal lebih dalam bagaimana cara kerja Allah yang terutama sebuah kasih yang begitu besar yang belum dipahami sang Ayah. Dari pengalaman bersama Anak (Yesus) hingga Roh Kudus sedikit demi sedikit sang Ayah memahami sebuah kenyataan yang lebih indah daripada kepahitan yang dialaminya yaitu Kasih.

Trailer

Informasi

Film ini juga akan menggambarkan sebuah trinitas yang berdasarkan jenis kelamin, mungkin menurut pemahaman anda salah, tetapi saya rasa itu tidak menjadi masalah karena ini sebuah film dan yang saya tekankan bukanlah dari sisi kelamin wanita atau pria pada dasarnya kita tidak tahu hal-hal sorgawi, tetapi sebuah pengertian bahwa Tuhan bekerja melalui kasih dan bukan rancangan kecelakaan.

Tuhan Yesus Memberkati

Sumber : (Shandy/Kitaterang.com)

Berharganya kata peduli

Peduli dengan sesama adalah memperhatikan dan memahami sesama manusia. Peduli terhadap sesama adalah hal manusiawi yang kini menjadi sikap langka yang harusnya di lestarikan. Di Era modern seperti ini masyarakat cenderung hidup individual terutama masyarakat di kota-kota besar. Hal ini di karenakan tuntutan hidup yang semakin tinggi dan Masyarakat berlomba – lomba untuk mengejar target agar hidupnya dapat lebih baik dari hidup orang lain.

Dapat diakui semangat dan daya juang tinggi untuk orang yang terdekat dan tersayang seperti keluarga. Di luar itu mereka tidak akan peduli. Niatnya mungkin baik, “Membahagiakan keluarga” tetapi kita hidup di dunia ini kan tidak selamanya dengan keluarga, tentu ada interaksi dengan masyarakat luar walaupun dalam pikiran kita mereka tidak berarti untuk kita.

Banyak dari mereka yang kurang peduli terhadap lingkungan dan mementingkan urusannya masing-masing. Hal ini dapat menimbulkan kesenjangan sosial dalam masyarakat. Padahal kepedulian terhadap sesama akan memberikan dampak positif tak hanya untuk orang di sekitarnya namun juga untuk diri kita sendiri. Rasa peduli dapat digunakan sebagai alat pemersatu.

image
Ilustrasi “Saling membutuhkan” http://fredycf.blogspot.co.id/2014/03/pengertian-hubungan-sosial.html

Permasalahan yang dihadapi orang lain dengan tujuan kebaikan, memberikan kenyamanan kepada orang lain, dan saling berbagi yang sebaiknya dilakukan dengan tulus, tidak memandang martabat, derajat dan memilih – milih siapa yang akan di bantu, karena pada dasarnya semua derajatnya sama di mata Sang Pencipta. Namun sayangnya tidak jarang dari kita yang dimintai tolong akan menolak untuk membantu dan tidak jarang juga kita menghindari, contohnya saja Calon-calon atau partai – partai yang hendak mencari nama di mata masyarakat. Mereka membantu rakyat demi memperoleh kemenangan dan berjanji akan membantu lebih maksimal setelah menang.

Kenyataanya setelah menang mereka lupa dengan janji – janji manis yang dilontarkan, bahkan rakyat kecil di pinggiran dan daerah terpencil nyaris tak tersentuh. Sungguh ironis yang benar – benar terjadi di negeri ini. Padahal dari mereka yang kotor dan tidak berpakaian rapi yang membuat mereka menjadi pejabat atau penguasa besar. Tidak heran di butakan oleh uang yang bertaburan, sehingga lupa akan janji-janji manis itu.

225-ilustrasi_meme_praktik_korupsi_
Ilustrasi : Meme praktik politik

 

Tak ada rasa peduli ka kamu ? Jangan munafik dalam selimut Agama saja. bila taat dengan selimut yang kamu kenakan buktikanlah itu ? dengan menjawab dan dengar beberapa keluh kesah mereka. jangan biarkan mereka menangis di bawa hujan dan panas pengharapan yang tak kunjung mereka dapati.

 

Contoh lain yang tak jauh dari diri kita yaitu diri kita sendiri yang sebenarnya juga kurang miliki sikap peduli. Hal kecil seperti membuang sampah di jalanan merupakan sikap ketidakpedulian terhadap sesama pengguna jalan dan petugas kebersihan jalan. Padahal Mudah untuk dilakukan, namun mungkin efek dari Jaman now makanya masih saja bawa gengsi dan ego ke mana-mana, itulah faktor kemunduran anak-anak muda jaman sekarang, bukannya lihat hal semacam itu sebagai hal kecil  yang mestinya di lakukan, malah anggap hal itu besar dan memalukan untuk di lakukan.

buang sampah sembarangan denda 30 juta garuttoleran
Ilustrasi : Rebanas.com

 

Manusia yang di ciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna harusnya memiliki sikap kepedulian yang paling tinggi kepada sesamanya dan lingkungan. Namun demikian meskipun manusia makhluk yang paling sempurna, manusia tetap tidak akan bisa hidup sendiri. Manusia memiliki rasa saling ketergantungan yang sebaiknya diimbangi dengan rasa peduli yang di wujudkan dalam aksi nyata, bukan sekedar berkata “aku peduli” dan manusia haruslah manusiawi.

 

 

 

Hadapi Perkembangan Globalisasi : Meepago Sudah Siapkah?

 faktor-pendorong-globalisasi
Ilustrasi (Ist.)

Suara untuk tanah Papua, lebih khusus Meepago:Di zaman ini, yang seharusnya sudah diketahui, masih belum diketahui. Sebaliknya, yang tidak pantas dijadikan pantas.”

Waktu terus berjalan. Teknologi pun terus berkembang. Era globalisasi adalah sebuah keniscayaan bagi negara mana saja di dunia, termasuk Indonesia, lebih khusus Papua. Berbagai potensi hingga persoalan terkait aspek teknologi informasi (TI) dalam kehidupan muncul silih berganti. Pemerintah dan para pelaku usaha memiliki optimisme dalam kadar yang berbeda dengan melihat perkembangan era globalisasi dunia.

Semua itu terungkap dalam Rembuk Republik bertajuk “Siapkah Indonesia  Menghadapi Era Global?”, yang digelar Republika di Auditorium Green Office Park 9, The Breese Sinar Mas Land, Serpon, Tangerang Selatan, Banteng, Kamis (30/03/2017).

Direktur Jendral Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan memastikan Indonesia siap masuk ke era global. Kesiapan itu, disebut Semuel, dari sisi hukum hingga potensi bangsa dalam wujud kreativitas.

Terkait hukum, dia mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan aturan mengenai data pribadi, khususnya untuk perlindungan data pribadi di internet. Hal ini dilakukan berdasarkan perkembangan berbasis IT di belahan dunia semakin pesat dan cepat.

Bagaimana dengan Papua? Adakah pemerintah dan masyarakat Papua, khususnya Meepago yang berpikir tentang hal ini?  Ataukah segala potensi yang ada (termasuk alam) dan masyarakat sudah mengetahui perkembangan ini? Jika tidak mengetahui hal tersebut, kami akan dibodohi.

Haruslah kami memanfaatkan alternatif lain untuk menyampaikannya melalui kegiatan-kegiatan yang layak diperbincangkan di kalangan masyarakat Papua supaya perkembangan dari masa ke masa itu terwujud. Melihat dari potensi dan kekayaan alam Papua, masih banyak yang belum diketahui dan dikembangkan sesuai kreativitas yang dimiliki oleh masyarakat pribumi.

 

Perusahaan ilegal masuk hingga ke pelosok-pelosok tanah Papua. Ini realita yang terjadi sejak dahulu hingga di era global ini. Hal ini tidak harus dipandang sebelah mata. Namun, dalam segala aspek, kami harus membentuk dan menyiapkan masyarakat dan pemerintah yang siap menghadapi perkembangan era global.

Papua (Meepago) memiliki banyak potensi alam yang belum terlihat. Masih banyak sekali yang tak terlihat – yang berharga itu akan terlihat dan mudah untuk diambil dan dimiliki para pemangku kapitalis.

Sesuai objektivitas dan realita yang ada, kami pun harus membuat langkah-langkah kongkrit untuk melindungi dan mengatasi persoalan seperti ini. Sebelum penyesalan itu datang, alangkah baiknya kami berpikir dan melakukan berbagai macam kegiatan, seperti berdiskusi atau seminar besar-besaran tentang keadaan Papua dan apa yang belum kelihatan dari Papua, misalnya Freeport yang sudah mulai beroperasi ke daerah Paniai. Dengan hal ini, apakah kami sebagai orang asli Papua akan membiarkannya begitu saja, setelah mengetahui bahwa kami hanya mendapatkan berapa persen saja dari hasil itu?, hal ini perlu dipikirkan dan dilakukan bersama, sebab banyak masyarakat dan orang asli Papua (di Meepago) belum mengetahui hal ini. Semua lapisan masyarakat harus mengetahui hal ini, salah satunya melalui seminar tadi. Kami harus bisa mengantisipasi; menjaga dan melestarikan tanah tercinta kami.

 

Untuk mengembangkan potensi dan kreativitas masyarakat dalam menghadapi era globalisasi, Kopi Moanemani adalah salah satu produk yang baik. Kopi Moanemani sudah dikenal di kanca internasional. Ini sangat luar biasa. Kita bangga bukan? akan hal ini. Ini sebagai contoh dan dorongan buat kami (anak-anak muda) untuk berpikir dan membuat hal-hal yang tak terpikirkan itu dengan baik, supaya kami dapat mengharumkan nama baik, terutama Papua yang orang anggap “terbelakang”. Bukan saja berusaha untuk cari nama, tapi bagaimana kami berusaha untuk membuat masyarakat sejahtera dengan adanya usaha yang kami buat.

Harapan, seluruh lapisan masyarakat Papua, khususnya Meepago, baik itu yang terpelajar dan tak terpelajar, mari kami bersama bergandeng tangan menuju Papua bangkit, mandiri, dan sejahtera di berbagai sektor untuk mengahadapi era global ini.

 

 

 

Sadarkan lewat karya 

Seseorang yang bernama stanly melakukan kebaikan melalui menggirim surat yg isinya kata-kata motivasi. Ia menggirim sebagai surat yang di beri nama dari sam worthington dan itu bukan saja ia kirim ke orang yang ia kenal saja itu bahkan ia kirim ke semua orang yang tidak ia kenal,

Singkat cerita meggy mendapatkan surat itu dan ia penasaran akan penulis surat itu dan kemudian meggy mencari tahu dgn memberitahu ibunya dan ibunya tidak mengenal orang tersebut dan ia pergi menanyakan ayahnya, ayahnya pun demikian. lalu meggy pergi ke kantor pos untuk menanyakan, dan disitu ia mendapatkan alamat tempat penggirim surat tersebut.

Lalu meggy pergi sesampainya disana ia menanyakan apakah ada orang yang bernama sam worthington, namun kata penjaga itu tak ada yg namanya sam worthington disini, lalu ia melihat org tua yg hendak memasuki kemarnya lalu meggy mengejarnya dan mengetok pintu kamar dan masuk lalu menanyakannya apakah kamu sam worthington dan org tua itu memberi tahu itu nama penaku. Lewat penaku aku melakukan kebaikan dgn mengirim surat-surat kesiapapun. dari itu meggy mulai mengerti dan berubah menjadi orang yang tahu akan apa yg harus ia lakukan berkat sam juga maikel teman meggy yang kecil dapat sembuh.

(Bernard R. Bernie Diamond 1922-2011)

Photo by film - The letter writter
Photo by film the letter writter