Pagi beri ucap syukur

Pagi pagi benar sekitar 04:48 tanpa sarapan aku pergi ke sebuah tempat yang kebanyakan orang memilih untuk memulai aktivitas yaitu Lawson station, Yah di sana telah tersedia minuman dan snack atau makan ringan yang dapat di makan sebelum beraktivitas. Selain itu dapat terhubung dengan Wifi.id agar lebih mudah berkomunikasi, bagus bagi mereka yang lagi kere atau dompet lagi kosong untuk mengisi kekosongan di sana tapi sayangnya mesti ada pulsa dulu, 5000 saja sudah cukup kok, agar dapat terhubung selama 6 jam dan terhanyut dalam dunia maya atau online, oh iya sebelum itu sarapan di tempat tinggal Anda dengan sebuah gelas air hangat jauh lebih baik biar hemat.

 

image
Lawson Station
image
Air mineral Ades & kopi

Sesampai di sana aku memesan kopi dan beberapa makan ringan yakni sari gandum agar tubuh terjaga dan stabil, dan air mineral Ades. Parkiran yang masih belum ramai, hanya beberapa orang dengan kondisi diri masih kantuk mereka hendak masuk dan keluar dalam Lawson itu mungkin lupa untuk cuci muka atau mandi.

Keseringan memulai aktivitas dengan tergesa-gesa mungkin sudah jadi tradisi para pekerja di sini. Tidak heran banyak pekerja yang masih terlantar belum di terima, selain itu di sini juga sulit untuk mencari pekerja.

Sebuah pekerjaan yang di lakoni itu adalah pemberian Oleh Dia, jangan jadikan itu sebagai hal yang berharga sehingga lupa untuk mengucapkan syukur kepada-Nya.

Selamat beraktivitas. Salam

 

 

Iklan

Mengerti Isi Hati Tuhan dari Film The Shack

Mengerti Isi Hati Tuhan dari Film The Shack
The Shack 2017

Dari sekian film kristen yang saya tonton mungkin Film The Shack memiliki dampak yang bagus buat saya, karena dari film tersebut membuat saya sangat terberkati. The Shack sendiri menggambarkan sebuah keluarga yang bahagia, selalu mengandalkan Tuhan dan Seorang ayah yang mencintai anak-anaknya, tetapi tidak semuanya berjalan dengan bahagia.

Ringkasan

Mack (Sam Worthington) adalah ayah yang bermasalah dengan masa lalu. Saat dalam perjalanan berkemah keluarga, anak perempuan Mack diculik saat dia menyelamatkan anaknya yang tenggelam di sungai. Polisi menyimpulkan bahwa putrinya dibunuh oleh seorang pembunuh berantai di gubuk, tapi polisi tidak menemukan tubuhnya.


Waktu berlalu, Mack menemukan sebuah catatan di kotak suratnya yang memintanya untuk kembali ke gubuk tempat anak perempuannya terbunuh. Suratnya ditandatangani oleh “Papa”, yang merupakan nama panggilan uniknya ketika menyebut Tuhan.

Mack yang curiga tidak memberi tahu siapa pun tentang catatan tersebut kecuali teman dan tetangganya, Willie (Tim McGraw), dan pergi ke gubuk sementara keluarganya pergi berlibur. Awalnya dia tidak menemukan siapa-siapa di sana, tapi seorang pria yang lewat mengajaknya berjalan.

Ternyata pria itu adalah Yesus dan Dia membawa Mack ke sebuah pondok gunung yang indah dan bertemu dengan ” Trinitas :” “Papa,” digambarkan sebagai wanita ibu (Octavia Spencer), Roh Kudus, digambarkan sebagai wanita misterius misterius bernama Sarayu dan Tuhan Yesus sendiri.

Sewaktu Mack tinggal disana, mereka menuntunnya dalam perjalanan iman dan pengampunan untuk melepaskan kepahitan yang sudah dialaminya.

Review Film The Shack

Keluarga tersebut mengalami kejadian yang cukup pahit dan membuat ayahnya untuk menjauh dari Tuhan karena anak kecilnya meninggal karena pembunuhan. Ayahnya mengalami sebuah frustasi karena Tuhan tidak menjawab doanya, hingga suatu ketika ia dipertemukan dengan Allah, Anak dan Roh Kudus kemudian sang Ayah sungguh marah besar kepada Allah karena menganggap Tuhan mengabaikan anaknya yang paling disayanginya meninggal.

Kemudian dari sisi lainnya sang Ayah diajarkan untuk mengenal lebih dalam bagaimana cara kerja Allah yang terutama sebuah kasih yang begitu besar yang belum dipahami sang Ayah. Dari pengalaman bersama Anak (Yesus) hingga Roh Kudus sedikit demi sedikit sang Ayah memahami sebuah kenyataan yang lebih indah daripada kepahitan yang dialaminya yaitu Kasih.

Trailer

Informasi

Film ini juga akan menggambarkan sebuah trinitas yang berdasarkan jenis kelamin, mungkin menurut pemahaman anda salah, tetapi saya rasa itu tidak menjadi masalah karena ini sebuah film dan yang saya tekankan bukanlah dari sisi kelamin wanita atau pria pada dasarnya kita tidak tahu hal-hal sorgawi, tetapi sebuah pengertian bahwa Tuhan bekerja melalui kasih dan bukan rancangan kecelakaan.

Tuhan Yesus Memberkati

Sumber : (Shandy/Kitaterang.com)

Berharganya kata peduli

Peduli dengan sesama adalah memperhatikan dan memahami sesama manusia. Peduli terhadap sesama adalah hal manusiawi yang kini menjadi sikap langka yang harusnya di lestarikan. Di Era modern seperti ini masyarakat cenderung hidup individual terutama masyarakat di kota-kota besar. Hal ini di karenakan tuntutan hidup yang semakin tinggi dan Masyarakat berlomba – lomba untuk mengejar target agar hidupnya dapat lebih baik dari hidup orang lain.

Dapat diakui semangat dan daya juang tinggi untuk orang yang terdekat dan tersayang seperti keluarga. Di luar itu mereka tidak akan peduli. Niatnya mungkin baik, “Membahagiakan keluarga” tetapi kita hidup di dunia ini kan tidak selamanya dengan keluarga, tentu ada interaksi dengan masyarakat luar walaupun dalam pikiran kita mereka tidak berarti untuk kita.

Banyak dari mereka yang kurang peduli terhadap lingkungan dan mementingkan urusannya masing-masing. Hal ini dapat menimbulkan kesenjangan sosial dalam masyarakat. Padahal kepedulian terhadap sesama akan memberikan dampak positif tak hanya untuk orang di sekitarnya namun juga untuk diri kita sendiri. Rasa peduli dapat digunakan sebagai alat pemersatu.

image
Ilustrasi “Saling membutuhkan” http://fredycf.blogspot.co.id/2014/03/pengertian-hubungan-sosial.html

Permasalahan yang dihadapi orang lain dengan tujuan kebaikan, memberikan kenyamanan kepada orang lain, dan saling berbagi yang sebaiknya dilakukan dengan tulus, tidak memandang martabat, derajat dan memilih – milih siapa yang akan di bantu, karena pada dasarnya semua derajatnya sama di mata Sang Pencipta. Namun sayangnya tidak jarang dari kita yang dimintai tolong akan menolak untuk membantu dan tidak jarang juga kita menghindari, contohnya saja Calon-calon atau partai – partai yang hendak mencari nama di mata masyarakat. Mereka membantu rakyat demi memperoleh kemenangan dan berjanji akan membantu lebih maksimal setelah menang.

Kenyataanya setelah menang mereka lupa dengan janji – janji manis yang dilontarkan, bahkan rakyat kecil di pinggiran dan daerah terpencil nyaris tak tersentuh. Sungguh ironis yang benar – benar terjadi di negeri ini. Padahal dari mereka yang kotor dan tidak berpakaian rapi yang membuat mereka menjadi pejabat atau penguasa besar. Tidak heran di butakan oleh uang yang bertaburan, sehingga lupa akan janji-janji manis itu.

225-ilustrasi_meme_praktik_korupsi_
Ilustrasi : Meme praktik politik

 

Tak ada rasa peduli ka kamu ? Jangan munafik dalam selimut Agama saja. bila taat dengan selimut yang kamu kenakan buktikanlah itu ? dengan menjawab dan dengar beberapa keluh kesah mereka. jangan biarkan mereka menangis di bawa hujan dan panas pengharapan yang tak kunjung mereka dapati.

 

Contoh lain yang tak jauh dari diri kita yaitu diri kita sendiri yang sebenarnya juga kurang miliki sikap peduli. Hal kecil seperti membuang sampah di jalanan merupakan sikap ketidakpedulian terhadap sesama pengguna jalan dan petugas kebersihan jalan. Padahal Mudah untuk dilakukan, namun mungkin efek dari Jaman now makanya masih saja bawa gengsi dan ego ke mana-mana, itulah faktor kemunduran anak-anak muda jaman sekarang, bukannya lihat hal semacam itu sebagai hal kecil  yang mestinya di lakukan, malah anggap hal itu besar dan memalukan untuk di lakukan.

buang sampah sembarangan denda 30 juta garuttoleran
Ilustrasi : Rebanas.com

 

Manusia yang di ciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna harusnya memiliki sikap kepedulian yang paling tinggi kepada sesamanya dan lingkungan. Namun demikian meskipun manusia makhluk yang paling sempurna, manusia tetap tidak akan bisa hidup sendiri. Manusia memiliki rasa saling ketergantungan yang sebaiknya diimbangi dengan rasa peduli yang di wujudkan dalam aksi nyata, bukan sekedar berkata “aku peduli” dan manusia haruslah manusiawi.

 

 

 

Hadapi Perkembangan Globalisasi : Meepago Sudah Siapkah?

 faktor-pendorong-globalisasi
Ilustrasi (Ist.)

Suara untuk tanah Papua, lebih khusus Meepago:Di zaman ini, yang seharusnya sudah diketahui, masih belum diketahui. Sebaliknya, yang tidak pantas dijadikan pantas.”

Waktu terus berjalan. Teknologi pun terus berkembang. Era globalisasi adalah sebuah keniscayaan bagi negara mana saja di dunia, termasuk Indonesia, lebih khusus Papua. Berbagai potensi hingga persoalan terkait aspek teknologi informasi (TI) dalam kehidupan muncul silih berganti. Pemerintah dan para pelaku usaha memiliki optimisme dalam kadar yang berbeda dengan melihat perkembangan era globalisasi dunia.

Semua itu terungkap dalam Rembuk Republik bertajuk “Siapkah Indonesia  Menghadapi Era Global?”, yang digelar Republika di Auditorium Green Office Park 9, The Breese Sinar Mas Land, Serpon, Tangerang Selatan, Banteng, Kamis (30/03/2017).

Direktur Jendral Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan memastikan Indonesia siap masuk ke era global. Kesiapan itu, disebut Semuel, dari sisi hukum hingga potensi bangsa dalam wujud kreativitas.

Terkait hukum, dia mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan aturan mengenai data pribadi, khususnya untuk perlindungan data pribadi di internet. Hal ini dilakukan berdasarkan perkembangan berbasis IT di belahan dunia semakin pesat dan cepat.

Bagaimana dengan Papua? Adakah pemerintah dan masyarakat Papua, khususnya Meepago yang berpikir tentang hal ini?  Ataukah segala potensi yang ada (termasuk alam) dan masyarakat sudah mengetahui perkembangan ini? Jika tidak mengetahui hal tersebut, kami akan dibodohi.

Haruslah kami memanfaatkan alternatif lain untuk menyampaikannya melalui kegiatan-kegiatan yang layak diperbincangkan di kalangan masyarakat Papua supaya perkembangan dari masa ke masa itu terwujud. Melihat dari potensi dan kekayaan alam Papua, masih banyak yang belum diketahui dan dikembangkan sesuai kreativitas yang dimiliki oleh masyarakat pribumi.

 

Perusahaan ilegal masuk hingga ke pelosok-pelosok tanah Papua. Ini realita yang terjadi sejak dahulu hingga di era global ini. Hal ini tidak harus dipandang sebelah mata. Namun, dalam segala aspek, kami harus membentuk dan menyiapkan masyarakat dan pemerintah yang siap menghadapi perkembangan era global.

Papua (Meepago) memiliki banyak potensi alam yang belum terlihat. Masih banyak sekali yang tak terlihat – yang berharga itu akan terlihat dan mudah untuk diambil dan dimiliki para pemangku kapitalis.

Sesuai objektivitas dan realita yang ada, kami pun harus membuat langkah-langkah kongkrit untuk melindungi dan mengatasi persoalan seperti ini. Sebelum penyesalan itu datang, alangkah baiknya kami berpikir dan melakukan berbagai macam kegiatan, seperti berdiskusi atau seminar besar-besaran tentang keadaan Papua dan apa yang belum kelihatan dari Papua, misalnya Freeport yang sudah mulai beroperasi ke daerah Paniai. Dengan hal ini, apakah kami sebagai orang asli Papua akan membiarkannya begitu saja, setelah mengetahui bahwa kami hanya mendapatkan berapa persen saja dari hasil itu?, hal ini perlu dipikirkan dan dilakukan bersama, sebab banyak masyarakat dan orang asli Papua (di Meepago) belum mengetahui hal ini. Semua lapisan masyarakat harus mengetahui hal ini, salah satunya melalui seminar tadi. Kami harus bisa mengantisipasi; menjaga dan melestarikan tanah tercinta kami.

 

Untuk mengembangkan potensi dan kreativitas masyarakat dalam menghadapi era globalisasi, Kopi Moanemani adalah salah satu produk yang baik. Kopi Moanemani sudah dikenal di kanca internasional. Ini sangat luar biasa. Kita bangga bukan? akan hal ini. Ini sebagai contoh dan dorongan buat kami (anak-anak muda) untuk berpikir dan membuat hal-hal yang tak terpikirkan itu dengan baik, supaya kami dapat mengharumkan nama baik, terutama Papua yang orang anggap “terbelakang”. Bukan saja berusaha untuk cari nama, tapi bagaimana kami berusaha untuk membuat masyarakat sejahtera dengan adanya usaha yang kami buat.

Harapan, seluruh lapisan masyarakat Papua, khususnya Meepago, baik itu yang terpelajar dan tak terpelajar, mari kami bersama bergandeng tangan menuju Papua bangkit, mandiri, dan sejahtera di berbagai sektor untuk mengahadapi era global ini.

 

 

 

Sadarkan lewat karya 

Seseorang yang bernama stanly melakukan kebaikan melalui menggirim surat yg isinya kata-kata motivasi. Ia menggirim sebagai surat yang di beri nama dari sam worthington dan itu bukan saja ia kirim ke orang yang ia kenal saja itu bahkan ia kirim ke semua orang yang tidak ia kenal,

Singkat cerita meggy mendapatkan surat itu dan ia penasaran akan penulis surat itu dan kemudian meggy mencari tahu dgn memberitahu ibunya dan ibunya tidak mengenal orang tersebut dan ia pergi menanyakan ayahnya, ayahnya pun demikian. lalu meggy pergi ke kantor pos untuk menanyakan, dan disitu ia mendapatkan alamat tempat penggirim surat tersebut.

Lalu meggy pergi sesampainya disana ia menanyakan apakah ada orang yang bernama sam worthington, namun kata penjaga itu tak ada yg namanya sam worthington disini, lalu ia melihat org tua yg hendak memasuki kemarnya lalu meggy mengejarnya dan mengetok pintu kamar dan masuk lalu menanyakannya apakah kamu sam worthington dan org tua itu memberi tahu itu nama penaku. Lewat penaku aku melakukan kebaikan dgn mengirim surat-surat kesiapapun. dari itu meggy mulai mengerti dan berubah menjadi orang yang tahu akan apa yg harus ia lakukan berkat sam juga maikel teman meggy yang kecil dapat sembuh.

(Bernard R. Bernie Diamond 1922-2011)

Photo by film - The letter writter
Photo by film the letter writter